Perbedaan Flatplane Crankshaft, Crossplane Crankshaft, Screamer dan Bigbang Firing order

 

Kali ini Ruang Bakar Site pengen share ke mas-mas tentang beberapa tipe pengapian (Firing Order) dari system engine 4 cylinder. Engine 4 silinder sendiri pada umumnya memiliki konfigurasi 4 silinder inline, tapi pada motor Ducati GP16, Honda VFR1000 dan RC213V ataupun RC213S memiliki konfigurasi V4 90 derajat, tapi tipe crankshaftnya berbeda.

Kali ini kita akan sedikit bahas tentang Flatplane/Regular crankshaft, Crossplane Crankshaft, Screamer dan Bigbang firing order. Flatplane/Regular crankshaft bisa diaplikasikan pada mobil-mobil pada umumnya, dan beberapa motor besar 4 silinder. Crossplane Crankshaft merupakan teknologi yamaha yang dipake pada Yamaha YZR M1 dan selanjutnya diaplikasikan pada Yamaha YZF R1 mulai tahun 2009, teknologi Crossplane Crankshaft ini diclaim Yamaha akan mampu menghasilkan power dan torsi engine yang lebih merata dan terus mengisi dari putaran bawah hingga putaran atas. Sedangkan untuk V4 90 derajat diaplikasikan oleh Honda untuk motor RC213V dan Ducati juga mengaplikasikan teknologi ini tetapi sedikit berbeda untuk konfigurasi Crankshaftnya.

Pertama, kita lihat bagaimana konfigurasi Flatplane/Regular Crankshaft dan Firing ordernya.

Ini adalah diagram Firing order dari Flatplane/Regular Crankshaft

flatplane

Konfigurasi Flatplane/Regular Crankshaft

flatplane-crankshaft-capture

Flatplane Crankshaft memiliki firing order interval 180 derajat yaitu 0 – 180 – 360 – 540 – 720 dengan urutan silinder 1 – 3 – 4 – 2. Pada desain crankshaftnya terlihat bahwa crankshaft silinder 1 sejajar dengan crankshaft silinder 4, dan crankshaft silinder silinder 2 sejajar dengan crankshaft silinder 3. Sehingga menghasilkan Firing order dengan interval flat 180 derajat pada setiap silindernya.

Kedua, kita lihat bagaimana konfigurasi Crossplane Crankshaft dan Firing ordernya.

Diagram Firing order dari Crossplane Crankshaft

crossplane

Konfigurasi Flatplane/Regular Crankshaft

crossplane-crankshaft-capture

Crossplane Crankshaft memiliki firing order 0 – 270 – 450 – 540, urutan Firing order dari silinder 1 – 3 – 2 – 4 . Firing order tidak kelipatan 180 derajat seperti halnya pada fltaplane crankshaft. Hal ini disebabkan karena crankshaft sedikit dimodifikasi. Seperti halnya pada Flatplane Crankshaft tetapi Crankshaft Silinder 2 diputar maju 90 derajat, Crankshaft Silinder 3 diputar mundur 90 derajat dan Crankshaft Silinder 4 diputar 180 derajat. Firing order yang sedemikian rupa ini bertujuan untuk mengisi power pada saat langkah torsi yang dihasilkan silinder sebelumnya.

Ketiga, kita lihat bagaimana konfigurasi Screamer Crankshaft dan Firing ordernya.

Diagram Firing order dari Screamer V4 Crankshaft

screamer

Konfigurasi V4 Engine Crankshaft

2016-honda-rc213v-s-gallery-42

Pada Honda RC213V menganut Screamer Firing Order, RC213V 2016 dengan Bacward Rotating Crankshaft karena dianggap pada engine sebelumnya engine terlalu liar untuk dikendalikan, dan pada akhirnyapun engine 2017 ini juga masih cukup liar dikendalikan sehingga pada musim 2017 nanti Honda akan menerapkan Bigbang engine.

Pada Screamer Firing Order engine V4, memiliki derajat Firing order 0 – 180 – 270 – 450 dengan urutan silinder 1 – 3 – 2 – 4 . Desain Crankshaft dibuat 2 Connecting Rod dengan 1 Crankshaft sehingga bisa mengurangi berat motor, sehingga 4 Connecting Rod dengan 2 Crankshaft sejajar tetapi dengan siklus langkah yang berbeda.

Keempat, kita lihat konfigurasi Firing order Engine Bigbang.

Engine Bigbang 4 silinder adalah engine dimana 2 silinder akan meledak secara bersamaan. Untuk desain Crankshaft akan tetap sama hanya siklus langkah silinder dan firing ordernya saja yang berubah.

Diagram Firing order dari Bigbang Flatplane Crankshaft

bigbang

Pada Engine Bigbang Flatplane Crankshaft, konfigurasi Firing Ordernya 0 – 360 , pada saat Firing 0 derajat, silinder 1 dan 4 bersama-sama meledak, pada saat Firing 360 derajat, silinder 2 dan 3 bersama-sama meledak.

Diagram Firing order dari Bigbang V4 Crankshaft

bigbang-v4-rc213v

Pada Engine Bigbang V4 Crankshaft, konfigurasi Firing Ordernya 0 – 270 , pada saat Firing 0 derajat, silinder 1 dan 3 bersama-sama meledak, pada saat Firing 360 derajat, silinder 2 dan 4 bersama-sama meledak. Ini kemungkinan yang akan diterapkan Honda di musim motogp 2017 sebagai jurus untuk menjinakkan Honda RC213V yang liar.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s